Latar Belakang

Salah satu keberhasilan dalam proses belajar yang dilakukan oleh siswa adalah munculnya sikap disiplin pada diri seorang siswa. Disiplin merupakan kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses dan serangkaian perilaku yang menunjukkan  nilai-nilai ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan dan ketertiban. Kedisiplinan pada diri seseorang mudah terlihat, baik pada lingkungan keluarga, masyarakat maupun lebih khusus lagi pada lingkungan sekolah dimana banyaknya pelanggaran tata tertib madrasah yang dilakukan oleh siswa-siswa yang kurang disiplin. Hal ini karena, dalam mengikuti kegiatan belajar di madrasah tentunya setiap siswa tidak akan lepas dari berbagai peraturan dan tata tertib yang diberlakukan di madrasahnya, dan setiap siswa dituntut untuk dapat berperilaku sesuai dengan aturan dan tata tertib yang yang berlaku di madrasahnya. Kepatuhan dan ketaatan siswa terhadap berbagai aturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah, dapat disebut dengan tata tertib madrasah atau disiplin madrasah. Dengan demikian, disiplin madrasah merupakan suatu usaha yang dilakukan untuk memelihara perilaku siswa agar tidak menyimpang dan dapat mendorong siswa untuk berperilaku sesuai dengan norma, peraturan dan tata tertib yang berlaku di madrasah. Misalnya, aturan berpakaian bagi siswa, datang tepat waktu, etika dalam belajar bagi siswa dan sebagainya.

Dalam menerapkan kedisiplinan terkadang dilingkungan keluarga, masyarakat dan khususnya di lingkungan madrasah, terkadang diterapkan pula dengan pemberian hukuman (sanksi) sebagai konsekuensi dari perilaku tidak disiplin atau pelanggaran terhadap aturan. Walaupun, kadangkala peberian hukuman (sanksi) menjadi kontroversi dalam menerapkan metode pendisiplinannya, sehingga terjebak dalam bentuk kesalahan perlakuan fisik dan kesalahan perlakuan psikologis. Karena itu, bagi madrasah terutama guru harus memahami tujuan diterapkanya penegakan disiplin di lingkungan sekolah. Menurut Maman Rachman tujuan disiplin madrasah adalah: memberi dukungan bagi siswa agar terciptanya perilaku yang tidak menyimpang, mendorong siswa untuk melakukan hal-hal yang baik dan benar, membantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya dan menjauhkan siswa dari hal-hal yang dilarang sekolah, menuntun siswa untuk melakukan kebiasaan-kebiasaan baik dan bermanfaat baginya dan lingkungannya.

Seorang guru dituntut harus memberikan contoh atau teladan  yang baik kepada siswanya. sebab, Sikap, teladan, perbuatan dan perkataan guru yang dilihat dan didengar oleh siswa dapat meresap masuk begitu dalam ke dalam hati sanubari siswa dan dampaknya kadang-kadang melebihi pengaruh dari orang tuanya di rumah. Karena itu, ada beberapa usaha yang dapat dilakukan guru dalam menanamkan sikap disiplin, di antaranya adalah: Pertama,guru harus dapat menjadi contoh teladan dalam berdisiplin. Kedua, guru diharapkan secara konsisten terus mensosialisasikan kepada siswa tentang pentingnya disiplin dalam belajar untuk dapat mencapai hasil yang terbaik, melalui pembinaan dan yang lebih penting lagi melalui keteladanan yang diberikan oleh guru. Ketiga, guru dan madrasah menerapkan peraturan tata tertib yang jelas dan tegas, sehingga mudah untuk diikuti dan mampu menciptakan suasana kondusif untuk belajar siswa.

 Tujuan

Secara umum tujuan disiplin madrasah adalah agar terciptanya keamanan, kenyamanan dan lingkungan belajar yang tenang terutama di kelas. Sebab, Di dalam kelas, jika seorang guru tidak mampu menerapkan disiplin dengan baik maka siswa mungkin menjadi kurang termotivasi dan suasana belajar menjadi kurang kondusif untuk mencapai hasil belajar yang baik. Dalam menerapkan disiplin terutama dalam lingkungan madrasah, ada dua jenis disiplin  yang harus dikembangkan terutama dilingkungan madrasah, yaitu:

  1. Disiplin preventif, yakni upaya yang dilakukan untuk menggerakkan siswa dalam mengikuti dan mematuhi peraturan yang berlaku di lingkungan madrasah. Dengan demikian, siswa diharapkan berdisiplin dan dapat memelihara dirinya terhadap peraturan yang berlaku.
  2. Disiplin korektif, yakni upaya yang dilakukan untuk mengarahkan siswa agar tetap mematuhi peraturan. Hal ini dimaksudkan, agar bagi yang melanggar peraturan madrasah diberi sanksi untuk memberi pelajaran dan memperbaiki dirinya sehingga memelihara dan mengikuti aturan yang ada.

 Tim Penegak Kedisiplinan

Dalam penegakan kedisiplinan di MTsN 2 Kota Kediri dibentuk sebuah tim yang diberi nama TIM TATIB (Tim Penegakan Tata Tertib) yang bertugas mengawasi dan memastikan ketertiban setiap siswa di lingkungan madrasah. Pada dasarnya semua guru di MTsN 2 Kota Kediri adalah TIM TATIB, siapapun guru yang mengetahui terjadinya pelanggaran peraturan dan tata tertib maka berhak dan berkewajiban untuk mendisiplinkan siswa yang melanggar namun untuk memudahkan koordinasi dan evaluasi maka dibentuklah sebuah tin khusus yang bertanggng jawab terhadap kediplinan siswa.

Tim ini terdiri atas beberapa guru mata pelajaran dan guru BK yang dikoordinatori seorang guru yang telah ditunjuk dan diamanahi sebagai koordinator.  Tim ini bertugas selama 1 tahun pelajaran dan akan diperbarui pada tahun ajaran baru berikutnya.

Tim Penegakan Keteriban Siswa Tahun 2019 – 2020 adalah sebagai berikut :

Koordinator : Anik Laili, S.Pd

Anggota :

  1. Sulagi, S.Pd
  2. Arif Irwanto, S.Pd
  3. Damanhuri, S.Pd
  4. Mashuri Witoyo, S.Pd
  5. Atik Irianningsih, S.Pd
  6. Ana Soeri Satriawati, S.Pd
  7. Khoiruni’mah, S.Ag